Mengembangkan Selera Humor

Masa sih bayi sudah punya selera humor? Sudah, dong! Namun, selera humornya masih terbatas pada suara-suara yang aneh atau gerakan yang dilakukan berulang-ulang. Bayi mudah tertawa bila mendengar suara yang aneh serta gerakan yang diulang-ulang. Nah, untuk mengembangkan selera humornya, Mama Papa dapat melakukan beberapa aktivitas berikut:

? Bermain petak umpet. Caranya cukup sederhana, bersembunyilah di balik boks bayi sambil mengucapkan, ”Cari aku…” Kemudian, diamlah sesaat di tempat itu. Selanjutnya, munculkan wajah Mama/Papa dengan mimik gembira dan berteriaklah, ”Hai, aku di sini….” Namun, sebaiknya teriakannya janganlah terlalu keras karena dapat membuat bayi kaget dan bisa-bisa malah menangis.

? Bermain tangkap sembunyi. Misalnya, Mama menyembunyikan boneka kelinci si bayi di bawah selimut. Kemudian, tarik boneka kelinci dan angkat tinggi-tinggi sambil berseru dan tersenyum. Jangan lupa sertai ekspresi gembira, ”Ooo… si kelinci sudah kembali, mau main sama Adek, nih!”

? Gerakan memukul guling atau bantal sambil diiringi suara lucu. Misalnya, mengajak memukul drum sambil menirukan suara drum, ”Dumdum…”

Si Kecil Dehidrasi? Kenali Gejalanya!

* Reaksi bayi. Reaksi bayi adalah hal pertama yang harus diamati. Bila bayi tampak lemas, lesu, menangis tapi tidak berteriak, tidak bersemangat atau tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari (tak mau bermain, tak mau memegang botol susu, tak mau minum), bisa jadi bayi sudah mengalami dehidrasi berat. Bayi yang mengalami dehidrasi ringan– sedang umumnya masih memiliki reaksi yang baik, ia masih mampu bereaksi untuk melakukan kegiatan seharihari.

* Tidur dan lemas. Umumnya bayi tidur selama 10 jam per hari. Curigai bila bayi tampak tidur terus dan tidak melakukan aktivitas apa pun, terlihat lemas dan tidak bertenaga. Ini bisa indikasi telah terjadi dehidrasi berat.

* Kondisi kulit. Bayi yang mengalami dehidrasi berat, kulitnya akan tampak kering dan keriput. Kelenturan kulitnya pun terganggu. Ketika dicubit, kulit butuh beberapa waktu untuk kembali pada posisi semula (normalnya hanya sekitar 2 detik). Namun gejala ini tak bisa dijadikan standar karena bayi-bayi yang montok umumnya memiliki kulit dengan lapisan lemak yang tebal, sehingga bila dicubit terkadang kembalinya juga tidak terlalu cepat.

Kondisi anak yang sehat membuat tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan lancar dan baik. untuk anak yang akan menginjak di bangku kuliah berikan dia pelatihan di kursus tes masuk universitas luar negeri terpercaya. Sehingga anak nantinya dapat dengan mudah melalui ujian masuk universitas yang sangat kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *