Ngabuburit Hits di Pantai Mekaki, Surga Kecil di Lombok Barat

Hai hai hai, beach-lovers…. Bulan puasa sebentar lagi tiba, gimana? Sudahkah kalian menentukan destinasi pilihan untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka? Mau ke pantai mana nih?

Hmmm….kalau memang belum ada ide, coba saja datang ke Lombok. Salah satu pulau yang sedang menjadi primadona di kalangan wisatawan.

Reservasi tiketnya bisa di sini nih. Terus setibanya di Lombok kamu bisa mengunjungi satu pantai keren di Sekotong, Lombok Barat.

Namanya Pantai Mekaki dan saya akan menceritakan pengalaman saya ketika dibuat terkagum-kagum akan keindahan pantai ini dan pastinya itu akan menjadi alasan baik mengapa kalian layak memasukkan pantai ini menjadi a-must-visit spot.

BACA JUGA: Pentingnya Menjaga Sholat Wajib dan Tahajud

Berlokasi di Lombok Barat

Hari itu hari Minggu dan rasanya kaki ini gatal sekali untuk berpetualang. Ditambah lagi kepenatan selama seminggu penuh bekerja dan lembur di kantor. Fiuuuhh…I need a break and vitamin sea!

Bersama partner hidup dan empat orang teman, sehari sebelumnya kami sepakat untuk begerusuk (baca: blusukan) untuk meng-explore Lombok. Dan setelah berunding kecil-kecilan via grup whatsapp kami sepakat bahwa pantai Mekaki adalah tujuan kami hari ini.

Pantai yang masih “perawan” ini (setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat) berada di areal Taman Wisata Alam (TWA) Pelangan, Sekotong – Lombok Barat.

Dari Pusat Kota Mataram ataupun dari Bandara Internasional Lombook kita harus berkendara selama +-2 jam untuk tiba di pantai ini. Jalurnya dari Pusat Kota : Mataram – Gerung – Lembar – Sekotong – Mekaki. Sedangkan dari Bandara : Bandara – By Pass – Gerung – Lembar – Sekotong – Mekaki. Kalau takut nyasar jangan lupa pakai GPS (Gunakan penduduk sekitar) 😀 .

Kami start dari Mataram sekitar pukul 7 pagi. Sengaja lebih pagi karena kami akan menempuh perjalanan selama 2 jam menuju Pantai Mekaki. Menggunakan kendaraan minibus roda empat perjalanan 2 jam itu sunggguh tidak membuat bosan.

Selain karena tawa canda para sahabat yang mewarnai sepanjang perjalanan, juga karena pemandangan yang menghibur mata dan jiwa.

Dimulai dari Mataram sampai pelabuhan Lembar di kanan-kiri jalan hamparan ladang persawahan nan hijau akan menyegarkan mata, lalu setelah Lembar hingga Pantai Mekaki kita akan menyusuri jalan di tepi pantai dengan panorama indah.

Gugusan gili-gili di lombok barat seperti Gili Nanggu, Kedis, Gili Poh nampak dari kejauhan akan membius mata. Bahkan sebelum memasuki TWA Pelangan, sebuah pemandangan indah bak teaser film akan menyambut kita.

Saking terhiburnya oleh pemandangan, Setidaknya hingga 5 kali terpaksa kami harus menepi demi merekam keindahan alam dan menyimpannya pada memory card kamera kami.

Kurang lebih pukul 9.30 kami tiba di Pantai Mekaki dan sebua pemandangan indah menyambut kami. Layaknya sebuah “teaser” film yang menggoda kami untuk segera merapat ke pantai.

Teaser yang Sangat Cantik

Lengkungan Pantai Mekaki yang sangat cantik nampak di bawah , diapit bebukitan dan pepohonan nyiur yang berwarna hijau kontras dengan warna air laut yang biru dan putihnya pasir pantai. So beautiful!!

BACA JUGA: Layanan Bus Pariwisata Terjangkau

TWA Pelangan

Setelah teaser tersebut, sebuah jalanan aspal menurun yang cukup curam akan menuntun kita hingga tiba di bibir pantai. Sekadar informasi, beberapa tahun yang lalu di sekitar pantai mekaki ini masih didiami penduduk.

Namun karena dibeli oleh investor swasta, maka kini daerah sekitar pantai sedang dibangun sebuah resort dan tak lagi ada rumah-rumah warga di dekat pantai.

Sesaat setelah kendaraan kami parkirkan di pos jaga yang berada tak jauh dari pantai, kami langsung bergegas mendekati pantai. Tak sabar kaki ini ingin menyentuh birunya air laut itu. Vitamin sea!! 😀

Buat saya pribadi, istimewanya pantai ini adalah -seperti pantai-pantai tak dikenal lainnya di Lombok- di pantai ini tak banyak pengunjung yang datang. Jika anda kemari, anda akan seperti berada di pantai pribadi. Pasir pantainya memiliki dua karakter, yaitu pasir putih halus dan pasir merica.

Selain itu pantai ini membentuk teluk karena kanan-kirinya diapit bukit dan bebatuan karang raksasa nan eksotik pada ujung bukitnya. Tak jauh dari pantai terdapat sebuah gili alias pulau kecil berbentuk kerucut laksana limas. Namanya Gili Batu Daeng.

Catatan penting untuk anda yang berkunjung ke pantai mekaki adalah, selalu waspada akan arus dan ombak yang hampir setiap saat cukup besar. Sangat tidak direkomendasikan untuk berenang di pantai ini.

Karena kami ingin bermain air, kamipun menyusuri pantai ke sisi kiri. Menurut penjaga di pos tadi, spot tersebut lebih bersahabat karena arus plus ombaknya lebih kecil dan pantainya lebih landai.

Hanya saja, kami harus melewati rintangan cukup berat, yaitu menyusuri lintasan “pasir merica” yang membuat langkah menjadi berat. Rasanya kaki seperti tertelan di tumpukan pasir sehingga cukup menguras tenaga.

Namun seperti pepatah bijak “no pain, no gain”, di balik semua kesulitan yang kami lewati pemandangan yang lebih indah telah menanti kami. Namanya Pantai Tanjung Salat.

Masih satu garis pantai dengan pantai Mekaki, kami disuguhi tumpukan karang raksasa dengan ombak besar yang menampar-nampar sisi karang tersebut. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Dengan peluh yang masih membasahi baju, kamipun mencari spot terbaik untuk ngabuburit. Yeap, kami akan mengisi sisa hari dengan menikmati keindahan ciptaanNya sambil menunggu waktu berbuka dengan kudapan yang kami bawa ketika berangkat tadi.

Sungguh begerusuk yang diakhiri ngabuburit yang asyik bersama para sahabat.

SUMBER: Islamiyyah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *