Jalan jalan ke Tunjungan Surabaya

Surabaya mulai berbenah. Sekarang ada banyak sekali tempat-tempat wisata yang muncul di Kota Surabaya, salah satunya Jalan Tunjungan. Jalan Tunjungan cocok bagi kalian yang suka berbelanja. Banyak bermunculan pedagang dan area perdagangan di Jalan Tunjungan. Lokasi Jalan Tunjungan cukup strategis karena berada di jalan segitiga emas. Jalan Tunjungan menjadi penghubung antara dedaerah pemukiman Gubeng, Darmo, Ketabang, dan Sawahan dengan pusat perdagangan Jembatan Merah.

tunjungan

Jika dilihat dari segi bahasa Tunjungan berasal dari kata Tunjung. Tunjung dalam Bahasa Jawa mempunyai dua arti. Arti yang pertama adalah bunga teratai putih. Mungkin yang dimaksud dengan Tunjungan ada lah tempat bunga teratai putih tumbuh bermekaran. Dan arti yang kedua merujuk ke bagian ujung dari tombak yang biasanya dibuat dari bahan logam.

Sejak awal abad ke-20, sekitar tahun 1930-an Jalan Tunjungan sudah ada. Awalnya di jalan ini berdiri beberapa bangunan beton dengan gaya arsitektur modern pada zaman itu. Bangunan-bangunan tersebut membentuk komplek pertokoan. Cerita heroik tentang perlawanan arek-arek Suroboyo juga terjadi di jalan ini. Ceritanya kurang lebih seperti ini. Tahun 1945 arek-arek Suroboyo berjuang merobek warna biru bendera Belanda di atap sebuah gedung yang sekarang bernama Hotel Majapahit. Arek-arek Suroboyo berusaha menyisahkan warna merah putih dan membiarkannya berkibar sebagai simbol suatu bangsa.

Saat ini ada sekitar tujuh puluh bangunan sepanjang Jalan Tunjungan yang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. slaah satu ikon bangunan yang kuat adalah gedung Siola. Gedung Siola dibangun pada tahun 1920-an dengan nama Whiteaway Laidlaw. Awalnya gedung ini adalah toko serba ada yang dimiliki oleh orang Inggris. Fungsi gedung Siola sekarang bukan lagi sebagai toko, sudah berganti menjadi mall perijinan pertama di Indonesia.

Aktivitas di Jalan Tunjungan

Kabarnya Pemerintah Kota Surabaya akan membuat Jalan Tunjungan sebagai salah satu public center di pusat kota. Untuk mencapainya salah satu usaha yang dilakukan ialah melakukan pelebaran jalan di area pejalan kaki. Hal ini untuk menjadikan Jalan Tunjungan sebagai destinasi jalan-jalan dengan deretan kafe dan hiburan di kiri kanan jalan.

Saat Minggu pagi sepanjang Jalan Tunjungan akan ditutup total. Penutupan jalan karena diadakan car free day di Jalan Tunjungan. Bagi anda warga malang yang ingin ikut car free day di surabaya bisa menggunakan travel malang surabaya di malangsurabaya.com . Penjual makanan melimpah berjajar di sepanjang jalan ini. Saat hari-hari biasa Jalan Tunjungan juga jadi spot-spot keren yang cocok untuk hiburan pejalan kaki. Sepanjang jalan bisa digunakan untuk backgorund foto. Bahkan ada di sini ada Hotel Majapahit yang mengusung gaya klasik untuk tetap mengabadikan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *