FujiFilm X Pro 2 – Autofokus Meningkat Tajam

FujiFilm X Pro 2 – Autofokus Meningkat Tajam

Jasa Foto Wedding Jakarta – Kalau digenerasi pertama baru memasang 49 AF-point, di Fujifilm X-Pro2 dipasang 273 AF-point. Ini menjadi peningkatan jumlah sensor autofokus yang signifikan. Membuat kecepatan autofokus pada X-Pro2 meningkat tajam, jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Walaupun bisa diatur dalam mode 273 AF-point, di mode Single Point kamera tetap lebih nyaman digunakan pada pilihan 77 AF-point. Di mode 77 AF-point, autofokusnya tetap bekerja dengan cepat dan akurat. Termasuk saat digunakan di kondisi minim cahaya.

Kalau tidak ingin menggunakan autofokusnya, memilih mengatur fokus secara manual, X-Pro2 punya tiga panduan yang mempermudah akurasi pengaturan fokus. Kita bisa menggunakan skala hyperfocal, focus peaking, atau split image. Yang paling akurat dari ketiganya adalah split image. Namun feature MF assist tersebut tidak bekerja pada viewfinder optiknya. Di viewfinder optik yang muncul hanya skala hyperfocal. Walaupun berada di kelas profesional, Fujifilm X-Pro2 tetap menggunakan sensor dengan standar APS-C. Sensor dengan teknologi X-Trans CMOS III tersebut memiliki resolusi 24 Megapixel.

Yang perlu diperhatikan, walaupun resolsuinya terkesan biasa saja, namun saat kita merekam gambar dalam format JPEG + RAW sekaligus, kapasitas file keduanya hampir 47 Mbyte. Karena itu, untuk mendapatkan kecepatan kamera maksimal, disarankan menggunakan kartu memori dengan write speed minimal 95 MBdetik. Kapasitas file gambar yang besar dari Fujifilm X-Pro2 tersebut memang sebanding dengan kualitas gambar yang akan kita dapatkan. Dengan menggunakan lensa Fujinon Super EBC XF 35 mm f2 R WR untuk pengujian, gambar-gambar yang dihasilkan memiliki tingkat ketajaman yang tinggi.

Namun, pesona sebenarnya dari Fujifilm X-Pro2 tetap terletak pada karakter noise-nya. Sebagai flagship, kamera yang memiliki sensitivitas hingga ISO 12800 tersebut terbukti memiliki tingkat noise yang sangat rendah. Foto yang dimabil di ISO 1600 ke bawah masih memiliki tingkat ketajaman yang tinggi dengan detail yang sempurna. Di ISO 1600 juga masih tidak ditemukan noise. Di ISO 3200 noise yang muncul juga masih sangat minim, gambarnya pun tetap memiliki ketajaman yang tinggi. Di ISO 6400, noise yang muncul masih belum menurunkan kualitas secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *